Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!
0 komentar

Apa itu Expert System? 


Sistem Pakar (Expert System) merupakan suatu sistem yang menggunakan pengetahuan manusia dalam komputer untuk memecahkan masalah yang biasanya dikerjakan oleh seorang pakar, misalnya : Dokter, Lawyer, Analist Keuangan, Tax Advisor. Sistem pakar dapat mendorong perhatian besar diantara ahli komputer dan spesialist informasi untuk mengembangkan sistem membantu manajer dan non manajer memecahkan masalah. Sistem Pakar terdiri dari 4 bagian yaitu:

1. User Interface
2. Knowledge Base
3. Inference Engine
4. Development Engine

Jenis-jenis Expert System

a. Interpretasi : Menghasilkan deskripsi situasi berdasarkan data sensor.
b. Prediksi : Memperkirakan akibat yang mungkin dari situasi yang diberikan.
c. Diagnosis : Menyimpulkan kesalahan sistem berdasarkan gejala.
d. Design : Menyusun objek-objek berdasarkan kendala.
e. Planning : Merencanakan tindakan.
f. Monitoring : Membandingkan hasil pengamatan dengan proses perencanaan.
g. Debugging : Menentukan penyelesaian dari kesalahan sistem.
h. Reparasi : Melaksanakan rencana perbaikan.
i. Instruction : Diagnosis, debugging dan reparasi kelakuan pelajar.
j. Control : Diagnosis, debugging dan reparasi kelakuan sistem.



Tujuan Sistem Expert

    Sistem pakar (expert system) sendiri merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditujukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantu dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti sains, perekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan dan sebagainya. Sistem pakar merupakan merupakan subset dari Artificial Intelegence (Arhami, 2005).




  1. Penerapan expert system atau sistem pakar pada bidang kesehatan

Aplikasi E2gLite yaitu sistem yang didesain untuk menerima masukan konsultasi dari user atau pengguna, sistem ini di develop oleh Expertise2Go (berbasis internet). Aplikasi ini memiliki kelebihan yaitu mengedepankan usability dari user atau pengguna dalam mengakses aplikasi ini. Dan aplikasi ini dapat diakses menggunakan browser yang terintegrasi fitur java.

  1. Penerapan expert system atau sistem pakar pada bidang medical

Pada bidang kedokteran, sistem pakar digunakan untuk mendiagnosis penyakit sesuai dengan gejala, dan berdasarkan itu Greader dapat memberikan solusi dalam menyembuhkan penyakit tersebut. Dalam bidang ini, dilakukan analisis berdasarkan jenis penyakit menggunakan algoritma program yang sudah dikembangkan oleh tim dan ahli dalam mengatasi penyakit seseorang.

  1. Penerapan expert system atau sistem pakar pada bidang manajerial

Pada bidang manajerial, sistem pakar melakukan analisis, sintesa, dan integrasi untuk membangun perusahaan dengan analisis pada expert system.

  1. Penerapan expert system atau sistem pakar pada bidang kesehatan (farmakologi & terapi)

Pada bidang terapi dan farmakologi merupakan sistem yang besar dan kompleks karena sistem diharuskan untuk menganalisa penggunaan obat secara benar, tepat, dan akurat dalam tindakan medis

  1. Penerapan expert system atau sistem pakar pada bidang psikologis

Pada bidang psikologis digunakan sistem pakar salah satunya untuk menganalisis gangguan pada pertumbuhan anak. Analisis yang dilakukan menggunakan certainty factor untuk mengetahui gangguan yang terjadi pada pertumbuhan anak.


0 komentar:

Artificial Intelligence ( Kecerdasan Buatan)

0 komentar

 Artificial Intelligence

Artificial Intelligence saat ini sudah banyak bertebaran dan diterapkan di berbagai bidang kehidupan. Bahkan AI bisa kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari, seperti asisten virtual Google dan Siri contohnya. Kecerdasan buatan memang bukan hal yang baru, namun perkembangannya selalu menjadi sesuatu yang menarik perhatian.

Dalam perkembangan AI selain karena perannya sangat membantu manusia, juga didukung banyaknya kehadiran film fiksi ilmiah yang berkaitan dengan AI. Sehingga semakin menambah ketertarikan orang-orang terhadap AI. Perlu kamu ketahui juga, AI tidak selalu berupa asisten virtual seperti Jarvis pada film Iron Man atau selalu dalam bentuk robot. Namun AI lebih luas dari itu, AI bisa diterapkan dalam berbagai hal dengan menekankan pada kecerdasan mesin yang bisa memberikan respon layaknya manusia.

Saat ini hampir semua perangkat komputer atau teknologi modern telah banyak menerapkan  kecerdasan buatan. Seperti yang diungkapkan sebelumnya AI bisa kamu rasakan saat menggunakan smartphone melalui asisten virtual Google  atau Siri. AI diprediksi akan terus berkembang dan lebih cerdas lagi dan kamu tidak dapat menghindarinya.


Mengenal Kecerdasan Buatan



Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah simulasi dari kecerdasan yang dimiliki oleh manusia yang dimodelkan di dalam mesin dan diprogram agar bisa berpikir seperti halnya manusia. Sedangkan menurut Mc Leod dan Schell,  kecerdasan buatan adalah aktivitas penyediaan mesin seperti komputer dengan kemampuan untuk menampilkan perilaku yang dianggap sama cerdasnya dengan jika kemampuan tersebut ditampilkan oleh manusia.

Dengan kata lain AI merupakan sistem komputer yang bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan yang umumnya memerlukan tenaga manusia atau kecerdasan manusia untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

AI sendiri merupakan teknologi yang memerlukan data untuk dijadikan pengetahuan, sama seperti manusia. AI membutuhkan pengalaman dan data supaya kecerdasannya bisa lebih baik lagi. Poin penting dalam proses AI adalah learning, reasoning dan self correction. AI perlu belajar untuk memperkaya pengetahuannya. Proses belajar AI pun tidak selalu disuruh oleh manusia, melainkan AI akan belajar dengan sendirinya berdasarkan pengalaman AI saat digunakan oleh manusia.

Hal yang cukup menarik dari AI adalah ia mampu melakukan self correction atau mengoreksi diri sendiri. Jika kamu pernah mendengar ungkapan AI “Jika aku tidak pernah menang, maka setidaknya aku tidak boleh kalah” sedikit ngeri juga ya. AI memang diprogram untuk itu terus belajar dan membenahi diri sendiri dari kesalahan yang pernah dibuatnya.

Contoh Penerapan AI




1. Kunci Layar Ponsel
menggunakan Neural Engine dan Pengenalan Wajah
memungkinkan hanya dengan menggunakan wajah Anda sebagai kata sandi.
2.  Navigasi Google
Google Maps, dengan bantuan Machine Learning, mempelajari tentang perjalanan kerja sehari-hari Anda dan memberi tahu Anda tentang perlambatan lalu lintas saat waktunya berangkat.  
3.Rekomendasi E-Commerce
Penyempurnaan pada rekomendasi produk menggunakan Machine Learning, dengan memperhatikan pola penggunaan Anda untuk menyarankan produk dan membantu pencarian Anda.
4. Chatbots
Sedangkan, chatbot tingkat lanjut yang memanfaatkan Pemrosesan Bahasa Alami dapat dengan mudah meniru orang sungguhan dan memberikan percakapan yang terdengar lebih alami bahkan dengan menjawab pertanyaan percakapan yang rumit.
5.Pencarian suara 
menggunakan AI untuk menentukan hasil terbaik untuk kata kunci berekor panjang dan pertanyaan percakapan.




















0 komentar: